Bumi Akan Gelap Pada Tanggal 23-25 Desember 2012 ? 100% HOAX!
Heboh nya pemberitaan yang beredar
mengenai bumi akan gelap selama tiga hari yang “katanya” di publikasikan
oleh NASA membuat banyak orang heboh dan membahas akan terjadi nya
kegelapan total di bumi. Tak hanya itu saja, berbagai media informasi
baik blog, website maupun jejaring sosial mendadak serentak merilis
pemberitaan ini seolah menjadi sebuah gossip yang layak dikonsumsi.
Benarkah pemberitaan itu ataukah hanya sebuah kebohongan belaka (Hoax)?
Kebohongan publik atau hoax dibidang
astronomi sebenarnya sudah marak terjadi mulai dari planet nibiru,
kiamat 2012, badai matahari yang membunuh manusia hingga yang terakhir
ini bumi akan gelap dan adanya istilah baru yaitu kesejajaran alam
semesta.
Mengacu pada artikel yang marak
dipublikasikan disebutkan bahwa “Nasa Predicts total blackout on 23-25
december 2012 during alignment of universe” jika kita terjemahkan “Nasa
memprediksikan kegelapan total pada 23-25 desember 2012 selama
kesejajaran alam semesta”. NASA sebagai Lembaga Luar Angkasa dan
Aeronautika amerika dituduh sebagai biang dari sumber pemberitaan ini.
Tidak hanya itu saja disebutkan pula bahwa bumi dan matahari akan
sejajar dalam satu garis lurus. Bagi masyarakat awam, mendengar
pemberitaan seperti ini membuat bulu kuduk langsung merinding, berfikir
yang aneh-aneh dan ujung2x nya berfikir bahwa bumi kita akan kiamat.
Betulkah pemberitaan itu? Mari kita bahas bersama
Sejajar nya planet ditatasurya
Dalam pemberitaan itu dikatakan bahwa gelap nya bumi selama tiga hari tak lain sebagai akibat dari sejajar nya matahari, merkurius, venus dan bumi. Betulkah? Mari kita buka peta bintang kita yaitu SkyViewCafe (klik disini) dan kita cek orbit apakah benar pada tanggal 23-25 planet merkurius dan venus sejajar dengan bumi kita.

Dari hasil simulasi yang kita dapat, orbit planet merkurius dan venus memang sejajar tapi bumi dan mars tidak sejajar. Jadi dari sini saja kita sudah dapat menyangkal bahwa pemberitaan ini adalah omong kosong belaka atau HOAX.
Dalam pemberitaan itu dikatakan bahwa gelap nya bumi selama tiga hari tak lain sebagai akibat dari sejajar nya matahari, merkurius, venus dan bumi. Betulkah? Mari kita buka peta bintang kita yaitu SkyViewCafe (klik disini) dan kita cek orbit apakah benar pada tanggal 23-25 planet merkurius dan venus sejajar dengan bumi kita.
Dari hasil simulasi yang kita dapat, orbit planet merkurius dan venus memang sejajar tapi bumi dan mars tidak sejajar. Jadi dari sini saja kita sudah dapat menyangkal bahwa pemberitaan ini adalah omong kosong belaka atau HOAX.
Bumi akan gelap akibat tertutup merkurius dan venus
Sebuah dogma yang selama ini beredar di pikiran masyarakat awam adalah planet-planet di tatasurya memiliki jarak yang sangat dekat dan dalam media gambar maupun animasi tidak diberikan sebuah keterangan seberapa jauh jarak antara bumi dan venus. Sehingga dalam sebuah gambar maupun animasi saja seolah venus dan bumi sangat dekat dan potensi sekali jika venus melintas didepan bumi akan terjadi gelap yang gelap nya melebihi gerhana matahari. Lihat gambar ini.

Salahkah gambar itu?
Gambar diatas tidak lah salah melainkan kurang lengkap. Seharus nya semua media baik mulai dari poster hingga gambar dan animasi harus lah mencantumkan skala berapa jarak antar planet. Sekarang lihatlah gambar berikut dimana gambar ini diameter bumi bulan dan jarak bumi – bulan di buat semirip mungkin dengan asli nya(diskalakan)

Apa yang ada dipikiran anda?
Ternyata jarak bumi – bulan jauh ya… Memang. Jarak bumi bulan ditempuh oleh neil armstrong selama 4 hari perjalanan antariksa dan oleh cahaya (garis kuning) ditempuh hanya 1.26 detik.
Sebuah dogma yang selama ini beredar di pikiran masyarakat awam adalah planet-planet di tatasurya memiliki jarak yang sangat dekat dan dalam media gambar maupun animasi tidak diberikan sebuah keterangan seberapa jauh jarak antara bumi dan venus. Sehingga dalam sebuah gambar maupun animasi saja seolah venus dan bumi sangat dekat dan potensi sekali jika venus melintas didepan bumi akan terjadi gelap yang gelap nya melebihi gerhana matahari. Lihat gambar ini.
Salahkah gambar itu?
Gambar diatas tidak lah salah melainkan kurang lengkap. Seharus nya semua media baik mulai dari poster hingga gambar dan animasi harus lah mencantumkan skala berapa jarak antar planet. Sekarang lihatlah gambar berikut dimana gambar ini diameter bumi bulan dan jarak bumi – bulan di buat semirip mungkin dengan asli nya(diskalakan)
Apa yang ada dipikiran anda?
Ternyata jarak bumi – bulan jauh ya… Memang. Jarak bumi bulan ditempuh oleh neil armstrong selama 4 hari perjalanan antariksa dan oleh cahaya (garis kuning) ditempuh hanya 1.26 detik.
Lantas seperti apakah jika planet venus menutup bumi kita? Apakah gelap?
Hal ini sebenarnya telah terjadi pada tanggal 6 juni 2012 yang lalu dimana selama kurang lebih 6 jam planet venus melintas di depan bumi kita dan hasil nya bumi tidak gelap bukan melainkan biasa-biasa saja. Bertepatan pada saat itu juga Tim Jogja Astro Club dan Kafe Astronomi juga mengadakan pengamatan bersama Observatorium CASA yang membuahkan hasil beberapa gambar salah satu nya sebagai berikut

Dalam foto diatas tampak bulatan matahari berwarna pink dan tampak pula bulatan kecil berwarna hitam. BUlatan matahari atau Cakram matahari tampak pink tak lain adalah akibat dari filter matahari yang kami gunakan. Dalam foto ini fotografer tidak mengganti warna dari hasil pengamatan pada saat itu. Tampak pula lingkaran hitam di pojok atas. Siapakah dia? Ya dialah planet venus yang sedang melintas di depan bumi. Diameter planet venus sekitar 0,949 kali bumi kita atau dengan kata lain diameter bumi dengan diameter venus hampir sama. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa venus tampak kecil? Venus tampak kecil taklain adalah sebagai akibat dari jarak yang cukup jauh dari bumi kita yaitu sekitar 0,28 AU atau sekitar 41.887.403,88 Kilo meter atau jika jarak antara venus dan bumi diisi planet bumi maka butuh 3283 bumi untuk memenuhi dari bumi ke venus. Nah jauh kan. Makanya kecil.
Hal ini sebenarnya telah terjadi pada tanggal 6 juni 2012 yang lalu dimana selama kurang lebih 6 jam planet venus melintas di depan bumi kita dan hasil nya bumi tidak gelap bukan melainkan biasa-biasa saja. Bertepatan pada saat itu juga Tim Jogja Astro Club dan Kafe Astronomi juga mengadakan pengamatan bersama Observatorium CASA yang membuahkan hasil beberapa gambar salah satu nya sebagai berikut
Dalam foto diatas tampak bulatan matahari berwarna pink dan tampak pula bulatan kecil berwarna hitam. BUlatan matahari atau Cakram matahari tampak pink tak lain adalah akibat dari filter matahari yang kami gunakan. Dalam foto ini fotografer tidak mengganti warna dari hasil pengamatan pada saat itu. Tampak pula lingkaran hitam di pojok atas. Siapakah dia? Ya dialah planet venus yang sedang melintas di depan bumi. Diameter planet venus sekitar 0,949 kali bumi kita atau dengan kata lain diameter bumi dengan diameter venus hampir sama. Sebuah pertanyaan pun muncul, mengapa venus tampak kecil? Venus tampak kecil taklain adalah sebagai akibat dari jarak yang cukup jauh dari bumi kita yaitu sekitar 0,28 AU atau sekitar 41.887.403,88 Kilo meter atau jika jarak antara venus dan bumi diisi planet bumi maka butuh 3283 bumi untuk memenuhi dari bumi ke venus. Nah jauh kan. Makanya kecil.
Bagaimana Jika semua planet sejajar apa akibat nya?
Berdasarkan Simulasi SkyviewCafe hingga 1000 tahun kedepan tatasurya kita tak akan pernah sejajar. Hal ini dapat kita cek menggunakan fasilitas orbit pada simulasi skyviewcafe. Dari simulasi ini juga kita akan tahu bahwa bidang orbit dari setiap planet tidaklah datar seperti datar nya papan catur. Lihat orbit planet dalam berikut

Warna hijau merupakan bidang orbit dari bumi kita, abu-abu tebal adalah venus, abu-abu tipis merkurius dan merah adalah mars.
Berdasarkan Simulasi SkyviewCafe hingga 1000 tahun kedepan tatasurya kita tak akan pernah sejajar. Hal ini dapat kita cek menggunakan fasilitas orbit pada simulasi skyviewcafe. Dari simulasi ini juga kita akan tahu bahwa bidang orbit dari setiap planet tidaklah datar seperti datar nya papan catur. Lihat orbit planet dalam berikut
Warna hijau merupakan bidang orbit dari bumi kita, abu-abu tebal adalah venus, abu-abu tipis merkurius dan merah adalah mars.
Jikapun iya semua planet yang ada di
tatasurya sejajar seperti yang dikatakan “Kesejajaran Alam semesta” maka
tidak ada efek nya sama sekali terhadap bumi kita maupun planet-planet
lainnya alias biasa-biasa saja. matahari akan terbit dari timur dan
tenggelam di barat.
Adakah istilah Kesejajaran Alam semesta dan seperti apa alam semesta itu menurut astronomi?
Sebelum menjawab pertanyaan diatas kita haruslah mengetahui seperti apakah alam semesta itu? Berdasarkan teori bigbang alam semesta ini mengembang sehingga tidak ada yang namanya istilah Kesejajaran alam semesta. Alam semesta atau universe yang sudah dapat dilihat oleh manusia adalah sebagai berikut.
Sebelum menjawab pertanyaan diatas kita haruslah mengetahui seperti apakah alam semesta itu? Berdasarkan teori bigbang alam semesta ini mengembang sehingga tidak ada yang namanya istilah Kesejajaran alam semesta. Alam semesta atau universe yang sudah dapat dilihat oleh manusia adalah sebagai berikut.
- Kita hidup di planet bumi, Planet bumi memiliki bintang yaitu matahari yang membentuk sebuah sistem yang bernama tatasurya. Bintang kita yaitu matahari ternyata tidaklah sendiri melainkan memiliki tetangga sebutlah ia alpha centauri, omega centauri, capella dan castor. Oleh Astronom bintang-bintang tetangga tatasurya ini disebut sebagai Bintang tetangga tatasurya atau “Solar System Neighbour”.
- Jauh terbang keatas kita akan menemui bahwa kumpulan bintang tetangga tatasurya ini ternyata berkumpul dan saling bergerak mengelilingi pusat galaksi dan kita akan lihat semua bintang-bintang ini berkumpul menjadi satu dalam sebuah galaksi.
- Terbang keatas lagi ternyata galaksi kita tidaklah sendiri melainkan ia memiliki tetangga-tentangga galaksi terdekat yaitu Galaksi kerdil Sagitarius, Galaksi Awan magellan besar(LMC), galaksi awan magellan kecil(SMC) dan galaksi andromeda. Oleh para astronom kumpulan galaksi tetangga galaksi bimasakti dinamakan Grup Galaksi Lokal atau local Galactic Group.
- Terbang keatas lagi setelah kita melihat grup galaksi lokal, kita akan temui kembali bahwa grup galaksi lokal ternyata memiliki tetangga juga yang cukup banyak. Jika di analogikan, galaksi bimasakti adalah rumah kita dan ia berada pada sebuah pedesaan(Local galactic group). Teryata setelah kita terbang keatas ada sebuah pedesaan yang cukup ramai juga. Nah oleh para astronom, tetangga local galactig group ini dinamakan Superklaster virgo atau Virgo Supercluster.
- Jauh terbang keatas lagi dan semakin keatas, kita akan menemukan pedesaan-pedesaan yang berisi galaksi itu ternyata memiliki tetangga lain lagi yang jauh di ujung sana dan itu tidak hanya satu atau dua melainkan banyak. Nah oleh astronom tetangga dari Virgo SuperCluster ini diberinama Local SuperCluster.
- Eits… belum selesai. Kita terbang lagi keatas dan kita akan temukan ternyata Local supercluster ternyata masih memiliki tetangga lain dan masih banyak sekali local supercluster. Oleh para astronom kumpulan local supercluster ini dinamakan Alam semesta atau universe. Nah kini kita tau bahwa alam semesta sangat lah luas dan tidak sejajar seperti yang dikatakan oleh kebohongan publik itu.
Sumber : Kafe Astronomy“Jadi Bumi akan gelap pada tanggal 23-25 Desember 2012 adalah murni Hoax/ Kebohongan Publik”
Inilah Bukti Bahwa Neil Amstrong Sungguh Pernah Ke Bulan!
Tahun 1969, pesawat Apollo 11
berhasil membawa dan menjejakkan manusia untuk pertama kalinya di Bulan.
Tentu kita semua masih ingat siapa saja awak dari Apollo 11 itu. Nama
Niel Amstrong, Buzz Aldrin, dan Michael Collins mungkin merupakan
nama-nama yang sudah tidak asing lagi kita dengar. Ketiga orang itulah
para astronot yang dikirimkan oleh NASA dalam misi penerbangan manusia
pertamakali ke Bulan dengan Apollo 11. Peristiwa ini tentunya menjadi
suatu tolak ukur bagi kemajuan IPTEK kita, dan mungkin kedepannya
penjelajahan ke Mars maupun planet lainnya dengan mengirimkan manusia
pertama kesana bukan menjadi suatu impian lagi.
<p>Your browser does not support iframes.</p>
Namun sayang, setelah lebih dari
tiga dekade terlewati pro kontra masih membayangi peristiwa bersejarah
itu. Banyak oknum yang belum sepenuhnya mempercayai bahwa NASA
benar-benar mendaratkan manusia ke Bulan dikarenakan beberapa sebab,
diantaranya penguasaan teknologi yang belum memadai saat itu,dll. Era
tahun 1969 merupakan masa dimana perang dingin antara Uni Soviet dan
Amerika belum berakhir. Mungkin karena ambisinya untuk memenangkan
perang dingin inilah yang membuat pihak Amerika kemudian membuat suatu
"kecurangan" dengan sebuah proyek rekayasanya yang mengambil setting
pendaratan di bulan tsb. Satu fakta yang mungkin membuat Amerika "geram"
adalah kabar keberhasilan Soviet yang telah mengorbitkan Vostok 1-nya
bersama Yuri Gagarin, sebagai manusia pertama yang berhasil melakukan
perjalanan ruang angkasa.
Tapi, benarkah misi Pendaratan Apollo 11 di bulan itu memang benar-benar dipalsukan oleh NASA dengan membuat filmnya di Studio?
Pada tanggal 15 Februari 2001,
American Fox TV Network menayangkan
sebuah program yang disebut Conspiracy Theory : Did We Land on the Moon?
(Teori Konspirasi : Apakah Kita Sungguh Mendarat di Bulan?). Mitch
Pileggi, seorang aktor dalam film X-Files memandu acara satu jam ini,
menyatakan bahwa NASA telah memalsukan seluruh proyek Apollo ke Bulan
dengan membuat filnya di Studio. Namun, mitos ini hanya diyakini sedikit
orang di Amerika. Berdasarkan jejak pendapat Time pada tahun 1995 dan
Gallup pada tahun 1999, yakni hanya sekitar 6% saja orang Amerika yang
meragukan bahwa 12 Astronot telah berjalan di bulan. Ke-6% orang-orang
yang meragukan hal itulah yang disebut sebagai penganut teori
konspirasi.
Para penganut Teori Konspirasi diluar Amerika mungkin lebih banyak lagi, menurut taksiranku, saat ini lebih banyak orang yang mempercayai mereka mengenai mitos tentang kepalsuan pendaraatan di Bulan yang dilakukan oleh NASA.CMIIW*
Para penganut Teori Konspirasi diluar Amerika mungkin lebih banyak lagi, menurut taksiranku, saat ini lebih banyak orang yang mempercayai mereka mengenai mitos tentang kepalsuan pendaraatan di Bulan yang dilakukan oleh NASA.CMIIW*
Para penganut teori konspirasi dan
orang yang skeptis tentunya mempunyai banyak bukti akan hal ini. Menurut
mereka banyak beberapa hal yang aneh pada foto-foto yang dipublikasikan
oleh pihak NASA selama misi ke bulan tsb. Diantaranya foto yang
memperlihatkan bendera tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada
atmosfer dan angin. Mereka juga menunjukkan bahwa dalam semua foto yang
seharusnya memperlihatkan para astronot sedang berada di permukaan Bulan
yang hampa udara, mereka tidak melihat obyek gambaran bintang-bintang
dilangit yang gelap.
Tapi, saya pribadi justru
mempercayai bahwa misi Apollo 11 ke bulan itu bukanlah merupakan suatu
kebohongan yang selama ini banyak digembar-gemborkan oleh para Skeptisme
maupun penganut teori konspirasi .Mengapa?
Mungkin beberapa penjelasan yang
saya uraikan dibawah ini lebih bisa membuka pikiran kita bahwa
sebenarnya apa yang selama ini digembar-gemborkan oleh beberapa oknum
yang menyatakan bahwa pendaratan Apollo 11 di bulan itu palsu, bisa aku
katakan merupakan sebuah tindakan "penyesatan" dan boleh dikatakan
"fitnah". Berikut adalah point-point yang sering dipertanyakan di
beberapa forum luar menganai berbagai kejanggalan-kejanggalan tsb.
Sengaja ditampilkan dalam gaya tanya jawab yang disertakan beberapa
gambar untuk lebih mudahkan teman-teman dalam membaca dan mencerna
uraian dibawah ini.
X : Penganut Konspirasi
Y : sebagai orang yg mempercayai Apollo 11 benar2 mendarat di Bulan
Point 1. Mana bintangnya?
X : coba lihat pict diatas,mengapa
tidak ada bintang pada gambar yang diambil para astronot dari permukaan
Bulan. Logikanya tanpa atmosfer otomatis langit Bulan menjadi gelap.
Jika demikian tentunya pengamat bisa melihat objek-objek terang seperti
bintang.
Y : Penjelasannya sangat sederhana, film dengan kualitas terbaik pun tidak dapat
memperlihatkan secara bersamaan dua
objek , yg satu sangat terang (pakaian astronot warna putih yang terkena
sinar matahari) dan obyek lain yang redup (bintang). Story Mugrave,
seorang astronot yg telah terbang keluar angkasa sebanyak enam kali,
mengatakan bahwa ketika ia berada diluar pesawat , dibawah sinar
matahari yang terang, ia tidak dapat melihat bintang-binatang. Namun
ketika pesawat berada di dalam bayangan bumi dan matanya dapat
beradaptasi dengan lingkungan yg lebih gelap, pada saat itulah dia dapat
melihat bintang.
Penjelasan lainnya, pada langit
Bumi, partikel-partikel atmosfer Bumi akan menghamburkan cahaya matahari
pada panjang gelombang biru, sehingga langit siang hari pun tampak
biru. Berbeda dengan Bulan, yang hampir dapat dikatakan tidak memiliki
atmosfer sehingga langit senantiasa gelap, baik siang maupun malam.
Jadi, jika kita berada di Bulan, tentunya bintang akan selalu terlihat.
Tetapi kenapa tidak terekam dalam gambar yang diambil Apollo? Dalam foto
itu, sebenarnya bintang tersebut ada, namun terlalu redup untuk
ditangkap kamera. Kamera dan film yang digunakan oleh para astronot
disetel untuk mengambil gambar-gambar kegiatan di Bulan. Exposure
timenya diatur sedemikian rupa agar dapat merekam kondisi permukaan
Bulan yang terang, bukan untuk mengambil gambar objek-objek lemah pada
langit latar belakang.
Point 2. Mengapa bayangnya tidak paralel?
X : Mengapa bayangan astronot dan b
agian-bagian peralatan ilmiah di permukaan bulan tidak benar-benar
paralel? tidak masuk akal!!
Y : Bayangan itu tidak paralel
karena hanya diterangi satu sumber cahaya yg jauh seperti matahari.
Namun, hal itu benar jika kamu berada dipermukaan yang rata dan tidak
berefek 3 dimensi. Jika kita mecoba memperlihatkan realitas 3 dimensi
pada permukaan yg tidak rata di dalam foto dua dimensi yg memiliki
kontras, bayangan jatuh ke arah yg sedikit berbeda.
Point 3. Benderanya dapat berkibar?
X : Mengapa bendera bisa berkibar
ditempat yang hampa udara seperti bulan. Logikanya,bendera dapat
berkibar apabila ada angin, karena hanya udara yg bergeraklah yg dapat
mengibarkan bendera.
Y :
1. Tidak ada angin di dalamstudio film kecuali jika kipas angin dihidupkan.
2. Jika ada cukup banyak angin di
studio film,sehingga bendera berkibar , angin itu juga pasti
menggerakkan debudebu di kaki mereka.
3. Untuk bisa berkibar, bendera
tidak selalu membutuhkan angin. Setidaknya di ruang angkasa hal inilah
yang terjadi. Pada kondisi di Bulan, bendera dipancangkan bukan hanya
pada tiang vertikal, tapi terdapat juga tiang horizontal yang
ditambahkan di bagian atas bendera, sehingga bendera tersebut tampak
tergantung dan merentang. Selain itu permukaan Bulan yang keras
mempersulit pemancangan tiang bendera, sehingga para astronot harus
memutar tiang tersebut maju mundur agar bisa ditanamkan di tanah bulan.
Akibat gerakan ini, bendera tersebut berkibar, atau yang sebenarnya
lebih tepat jika disebut bergetar. Di Bumi kibaran bendera terjadi
beberapa detik dan diperlambat oleh udara, tapi kondisi vakum di Bulan
menyebabkan gerakan bendera tersebut tidak akan berhenti karena tidak
ada gaya dari luar yang menghentikannya.
Sesungguhnya, bendera yg berkibar
itu justru membuktikan bahwa para astronot memang berada di Bulan.
Bendera itu bergoyang karena baru saja dipasang. Dan terus bergoyang
selama beberapa waktu dengan cara yang tidak biasa karena gravitasi
Bulan 1/6 gravitasi Bumi, dan karena tidak ada udara di bulan untuk
segera menghentikan gerakan bendera.
Point 4. Mana Kawahnya?
X : Pada foto yang lain, tidak
tampak adanya lubang bekas semburan roket (kawah) pada lokasi
pendaratan. Untuk roket seukuran Apollo seharusnya semburannya dapat
menimbulkan lubang yang besar pada permukaan Bulan. Jadi, bagaimana bisa
roket mendarat mulus tanpa membekaskan jejak besar?
Y : Untuk melakukan sebuah
pendaratan tentu tidak dilakukan dengan kecepatan tinggi tapi dengan
kecepatan yang diperlambat. Tidak ada satu orangpun yang memarkirkan
mobilnya dengan kecepatan 100 km/jam. Hal yang sama berlaku juga pada
Apollo 11. Semburan roket memiliki dorongan 5000 kg, tetapi roket
tersebut diperlambat sampai sekitar 1500 kg saat mendekati permukaan.
Dengan diameter pipa pengeluaran roket sebesar 54 inci (dari
Ensiklopedia Astronautica), dan ukuran roket sekitar 2300 inci persegi,
semburan roket hanya menimbulkan tekanan sekitar 0.75 kg /inci persegi.
Tekanan sebesar ini tidak akan sampai menimbulkan jejak lubang yang
besar.
Hasil foto-foto yang diambil di
Bulan juga memperlihatkan adanya bayangan yang kurang gelap. Obyek yang
seharusnya gelap karena berada dalam daerah bayangan, tetapi dalam foto
dapat jelas terlihat, termasuk tulisan di sisi pesawat. Jiika Matahari
merupakan satu-satunya sumber cahaya, dan tidak ada udara yang dapat
menghamburkan cahaya, seharusnya bayangan yang terjadi sangat gelap.
Sebuah persepsi yang salah. Memang ini bukan di Bumi dan cahaya Matahari
tidak dapat dihamburkan dalam kondisi hampa udara. Tapi di Bulan masih
ada sumber cahaya lain yang berasal dari Bulan sendiri. Debu di Bulan
memiliki sifat yang khas: yaitu memantulkan kembali cahaya ke arah
sumber cahaya berasal.
Point 5. Transmisi suara tidak ada jedanya sama sekali?
X : Transmisi suara dari bulan ke bumi kok gak ada jedanya sama sekali, padahal mustinya kira-kira 5 detik, baru samapi ke bumi?
Y : Transmisi audionya sebenarnya
ada jedany. Antara suara dari bulan dan konfirmasi dari bumi tidak ada
jeda. Itu jelas karena transkrip tersebut dicatat dari bumi. Contohnya
pada potongan transkrip berikut :
1.102:41:12 Duke: Eagle, you've got 30 seconds to P64
2.102:41:19 Aldrin: Roger. (Pause)
3.102:41:27 Duke: Eagle, Houston. Coming up 8:30; you're looking great. (Pause)
4.102:41:35 Armstrong: (Garbled) 64.
5.102:41:37 Duke: We copy. (Long Pause)
Coba liat antara line 1 dan 2, ada 7
detik berlalu setelah mission control (Duke) memberikan informasi
sampai terdengar konfirmasi dari Aldrin, waktu yang lebih dari cukup
untuk gelombang elektromagnetik merambat ke bulan dan kembali lagi ke
bumi. (jarak bumi ke bulan sekitar 360 ribu km, kecepatan cahaya sekitar
300 ribu km/s bolak balik cukup sekitar 2,4 detik saja)
Tapi coba perhatikan hanya ada 2
detik berlalu setelah informasi dari Armstrong dan konfirmasi dari
mission control waktu yang juga lebih dari cukup untuk gelombang suara
merambat dari speaker mission control ke telinga Duke lalu merambat dari
mulut Duke ke mic dihadapannya.
Point 6. Masalah sabuk Radiasi Van Allen (Van Allen Belts)
X : Untuk mencapai bulan , astronot
harus melewati Sabuk Radiasi Van Allen, yang bisa meghasilkan jumlah
radiasi cukup fatal, bagaimana mungkin mereka dapat selamat?
Y : Radiasi adalah hal yang tidak terlalu diperhatikan NASA sebelum penerbangan pertama, namun mereka
memenginvestasikan jumlah yang cukup
besar untuk penelitian ini dan menentukan bahwa resikonya minimal.
Apollo memerlukan satu jam untuk melewati sabuk radiasi untuk berangkat
dan kembali lagi. Total radiasi yang diterima astronot sekitar satu rem.
Orang akan mengalami kesakitan pada radiasi 100-200 rem, dan kematian
pada radiasi 300+ rem. Jelas dosisnya memiliki rentang yang sangat jauh
untuk dianggap beresiko.
Point 7. Tidak akan pernah ada foto yang berhasil diambil?
X : Tidak akan ada foto yang bisa diambil di bulan, sebab film akan meleleh pada suhu 250°F.
Y : Film yang biasa akan segera
meleleh jika di ekspos pada suhu 250°F, bagaimanapun film yang digunakan
bukan film biasa, dan tidak pernah diekspos pada temperatur sekian.
Astronot Apollo menggunakan film tranparansi khusus yang didisain
spesifik, di bawah kontrak NASA, untuk lingkungan yang tidak ramah misal
di Bulan. Menurut Kodak, film akan mulai melemah pada 200°F, dan tidak
akan meleleh sampai pada suhu 500°F. Kamera juga diproteksi didalam
casing spesial yang didisain agar tetap dingin. Situasi di Bulan yg
hampa udara sangat berbeda dengan misal di dalam oven. Tanpa konveksi
dan konduksi, metode yang mungkin untuk transfer panas hanyalah radiasi.
Panas radiaktif bisa dialihkan secara efektif dengan membungkus
material menggunakan permukaan reflektif, biasanya material putih.
Casing dari kamera sama juga seperti seragam astronot,putih.
Sebenarnya,masih banyak lagi
pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan dari pihak Skeptic , namun karena
aku rasa terlalu banyak, maka pertanyaan2 yang paling sering
ditanyakanlah yang ku ulas.
Namun, ada suatu bukti yang tidak
dapat dibantah bahwa manusia benar-benar pernah pergi ke Bulan, yaitu
batu-batu bulan yang dibawa dengan berat total 382 Kg, yg telah
diperiksa oleh ratusan ahli geologi dari seluruh dunia.
Batuan Bulan yang berhasil dibawa
para awak Apollo Batuan-batuan ini memiliki karakteristik yang sama
dengan batuan bulan yg ditemukan di pesawat ruang angkasa Rusia tanpa
awak. Yang perlu diketahui bahwa batuan bulan itu sangat
aneh,diantaranya :
1. Karena hanya mengandung sedikit air
2. (lihat gambar ke-2 batu bulan )
Karena sering terkena sinar kosmis selama jutaan tahun di permukaan
bulan yang hampa udara,maka terbentuklah lubang-lubang aneh
dipermukaannya.
3. Batuan bulan sangat berbeda
dengan batuan bumi, dan tidak dapat dipalsukan denganteknologi terbaru
apapun. Untuk menghasilkan batuan bulan palsu , setidaknya kita harus
melumatkannya dengan tekanan 1.000 atmosfer dan memanasinya dengan suhu
1.100 derajat celcius selama beberapa tahun. Kemudian, selagi tetap
berada dalam tekanan, dinginkan perlahan selama beberapa tahun lagi.
Betapa konyolnya NASA jika harus
bersusah payah melakukan hal ini semua, betul tidak tidak?
Seharusnya, kita semua tidak sepantasnya
terpengaruh pada berita yg hanya
secara sepihak menyoroti perjalanan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin dalam
menjadi misi pertama ke bulan.
Padahal ada beberapa misi yg sudah berhasil mendarat di bulan setelah Armostrong dan Aldrin.
Orang terakhir yg berjalan ke bulan adalah Gene Cernan yg melakukan misi bersama astronot Jack Schmitt, 7 - 19 Desember 1972.
Cara Menentukan Massa & Jarak Bintang !
Bintang ganda visual. Kredit: scienceblogs
Massa Bintang
Pada dasarnya tidak ada alat yang bisa digunakan untuk secara langsung mengukur massa sebuah obyek di langit. Massa suatu benda langit hanya dapat ditentukan dari pengaruh gravitasinya pada benda langit lainnya, yaitu dari gerak orbitnya. Contohnya adalah massa Matahari yang dapat ditentukan dengan mengamati gerak orbit planet. Dan untuk penentuan massa bintang, secara umum hanya dapat ditentukan bila bintang itu merupakan komponen bintang ganda.
Untuk menentukan massa bintang, Hukum Kepler ketiga dapat diterapkan dalam gerak kedua bintang di bintang ganda.
Berdasarkan Hukum Kepler ketiga, kuadrat kala edar obyek yang mengorbit Matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata si obyek dari matahari. Dan hubungan Hukum Gravitasi Newton dan Hukum Kepler ketiga bisa memberikan massa total kedua bintang dalam sistem bintang ganda dalam hubungan :
(m1 + m2) = (d1 + d2)3 /P2
dengan (d1 + d2) = RP = periode orbit ; m1 dan m2 = massa kedua bintang ; R = total jarak separasi antara kedua bintang dengan pusat massa.
Hubungan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui massa komponen bintang ganda itu.
Bagaimana dengan bintang tunggal?
Dengan diketahuinya sistem keplanetan di bintang-bintang lain, penerapan Hukum Kepler ketiga dapat digunakan untuk mengetahui massa bintang induk sistem tersebut.
Untuk bintang tunggal, diagram Hertsprung Russel juga bisa digunakan sebagai faktor penentu massa. Untuk bintang di Deret Utama, sifat-sifatnya memiliki keterkaitan yang erat dengan massanya. Massa bintang menentukan berapa lama ia akan berada di deret utama. Semakin besar massa sebuah bintang, maka semakin boros pula ia menguras hidrogennya sehingga umurnya akan lebih singkat. Dengan mengetahui luminositas atau temperatur sebuah bintang maka kita bisa menentukan massanya. Di deret utama, luminositas sebuah bintang sebanding dengan pangkat 3,5 massa sebuah bintang.
Pada tahun 2004, untuk pertama kalinya bisa menentukan massa sebuah bintang secara langsung menggunakan metode lensa mikro gravitasi. Dengan teknik ini para astronom berhasil menentukan massa bintang dengan melihat efek yang ditimbulkan bintang pada berkas cahaya yang melewatinya.
Jarak Bintang
Metode Paralaks
Paralaks bintang merupakan metode untuk mengukur jarak bintang
Di dalam astronomi, metode inilah yang digunakan dalam penentuan jarak. Paralaks merupakan metode yang digunakan dengan melihat pada pergeseran dua titik tetap relatif satu terhadap yang lain dilihat dari sudut pandang pengamat.
Kita tahu kalau Bumi mengitari Matahari dengan periode orbit 365,25 hari dan akibat gerak edar Bumi, bintang yang dekat akan tampak bergeser letaknya dari bintang yang jauh. Bintang tersebut seolah menempuh lintasan berbentuk elips relatif terhadap bintang – bintang latar belakang yang jauh. Gerak yang disebut gerak paralaktik ini merupakan cerminan gerak Bumi mengitari Matahari. Sudut yang dibentuk oleh bumi dan matahari ke bintang inilah yang diebut paralaks bintang. Semakin jauh letak bintang, lintasan ellipsnya makin kecil, paralaksnya juga makin kecil. Metode ini yang disebut Paralaks Trigonometri
Lihat gambar, andaikan matahari adalah jarak Bumi-Matahari, d adalah jarak Matahari – bintang, dan p adalah sudut parallaks, didapatkan formula paralaks:
d (parsec) = 1 / p (detik busur)
Metode paralaks trigonometri hanya bisa digunakan untuk mendapatkan jarak bintang-bintang terdekat yakni sampai 100 parsec.Magnitudo Mutlak Bintang
Cara lain untuk mengukur jarak bintang adalah dengan mengukur terang suatu bintang dan selanjutnya menaksir kuat cahaya sebenarnya bintang itu. Dalam pengamatan, terang suatu bintang diukur dalam satuan magnitudo. Magnitudo merupakan ukuran terang bintang yang kita lihat atau terang semu (magnitudo semu) bintang. Magnitudo juga merupakan besaran lain untuk menyatakan fluks pancaran yang kita terima di Bumi per cm2 per detik (E).
Sebuah bintang yang kita lihat terang belum tentu benar-benar terang dalam hal kuat cahaya sebenarnya. Bisa saja ia tampak “lebih terang” karena jaraknya yang dekat. Contohnya lampu mobil yang berada jauh akan tampak lebih redup tapi begitu mendekat cahayanya jadi lebih terang.
Karena energi yang dipancarkan sumber pada selang waktu satu detik akan melewati pemrukaan bola itu dalam waktu satu detik juga maka:
E = L / (4π d2)
Fluks pancaran yang kita terima di Bumi itu berbanding terbalik
dengan kuadrat jarak sumber cahaya. Artinya sumber cahaya yang terletak
dua kali lebih jauh akan tampak empat kali lebih lemah cahayanya. Jika
luminositas dapat diketahui, dan E bisa diukur maka jarak bintang dapat
diketahui.Sekarang, andaikan semua bintang berjarak sama dari kita, magnitudo semu dapat dianggap sebagai ukuran terang sebenarnya bintang. Bintang yang luminositasnya besar akan memiliki magnitudi kecil sedangkan bintang dengan luminositas kecil akan memiliki magnitudo yang besar. Nah untuk menentukan kuat cahaya sebenarnya sebuah bintang, maka didefinisikan besaran magnitudo mutlak yaitu magnitudo bintang andaikan bintang diamati pada jarak yang sama yaitu 10 parsec.
Jika ada dua bintang dengan magnitudo mutlak M1 dan M2 maka berlaku persamaan Pogson :
M1 – M2 = -2,5 log (L1/L2)
Kredit: Swinburne University of Technology
Jika jarak bintang dalam parsec adalah d dan fluks pancaran E dan magnitudo semu bintang m dan kita andaikan si bintang diamati dari jarak 10 parsec. Dan jika diandaikan fluks pancaran bintang E’, maka menurut persamaan Pogson: m – M = 2,5 log (E/E’) dan luminositas bintang L, maka : m – M = 2,5 log [(L/(4π d2)) / (L /(4π 102))]
Maka, selisih magnitudo semu dan magnitudo mutlak akan memberikan harga jarak bintang dari pengamat setelah dikoreksi terhadap serapan antar bintang.
m – M = – 5 + 5 log d
Besaran m – M tersebut disebut modulus jarak.Cepheid Sebagai Lilin Penentu Jarak
Tahun 1784, John Goodricke menemukan kalau bintang Cepheid berubah cahayanya secara berkala dan diduga merupakan komponen bintang ganda. Tapi pada tahun 1914 Shapley menemukan kalau bintang ini berubah-ubah cahayanya bukan karena Cepheid merupakan bintang ganda gerhana melainkan bintang ini berdenyut.
Pada bintang Cepheid juga ditemukan hubungan antara luminositas dan periode perubahan cahaya. Hubungan ini menyatakan semakin terang suatu Cepheid, makin besar periodenya. Untuk mengetahui jarak variabel Cepheid di galaksi lain, diambil hubungan titik nol yakni titik pada periode dimana magnitudo mutlaknya nol. Untuk mendapatkan hubungan titik nol, dapat ditentukan dengan membandingkannya dengan Cepheid dalam Galaksi kita pada gugus bintang yang jaraknya sudah diketahui.
Kredit : CSIRO
Maka modulus jarak bisa diketahui dengan m dari pengamatan pada bintang variabel Cepheid galaksi lain yang diamati, dan jarak pun bisa diketahui : m – M = – 5 + 5 log d
____








