Al-Qur'an & Lubang Hitam

Abad ke-20 menyaksikan banyak sekali penemuan baru tentang peristiwa alam di ruang angkasa. Salah satunya, yang belum lama ditemukan, adalah Black Hole [Lubang Hitam]. Ini terbentuk ketika sebuah bintang yang telah menghabiskan seluruh bahan bakarnya ambruk hancur ke dalam dirinya sendiri, dan akhirnya berubah menjadi sebuah lubang hitam dengan kerapatan tak hingga dan volume nol serta medan magnet yang amat kuat. Kita tidak mampu melihat lubang hitam dengan teropong terkuat sekalipun, sebab tarikan gravitasi lubang hitam tersebut sedemikian kuatnya sehingga cahaya tidak mampu melepaskan diri darinya. Namun, bintang yang runtuh seperti itu dapat diketahui dari dampak yang ditimbulkannya di wilayah sekelilingnya. Di surat Al Waaqi'ah, Allah mengarahkan perhatian pada masalah ini sebagaimana berikut, dengan bersumpah atas letak bintang-bintang:
 
Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui. (QS. Al Waaqi'ah, 56: 75-76)
 
black holes
 
Istilah "lubang hitam" pertama kali digunakan tahun 1969 oleh fisikawan Amerika John Wheeler. Awalnya, kita beranggapan bahwa kita dapat melihat semua bintang. Akan tetapi, belakangan diketahui bahwa ada bintang-bintang di ruang angkasa yang cahayanya tidak dapat kita lihat. Sebab, cahaya bintang-bintang yang runtuh ini lenyap. Cahaya tidak dapat meloloskan diri dari sebuah lubang hitam disebabkan lubang ini merupakan massa berkerapatan tinggi di dalam sebuah ruang yang kecil. Gravitasi raksasanya bahkan mampu menangkap partikel-partikel tercepat, seperti foton [partikel cahaya]. Misalnya, tahap akhir dari sebuah bintang biasa, yang berukuran tiga kali massa Matahari, berakhir setelah nyala apinya padam dan mengalami keruntuhannya sebagai sebuah lubang hitam bergaris tengah hanya 20 kilometer (12,5 mil)! Lubang hitam berwarna "hitam", yang berarti tertutup dari pengamatan langsung. Namun demikian, keberadaan lubang hitam ini diketahui secara tidak langsung, melalui daya hisap raksasa gaya gravitasinya terhadap benda-benda langit lainnya. Selain gambaran tentang Hari Perhitungan, ayat di bawah ini mungkin juga merujuk pada penemuan ilmiah tentang lubang hitam ini:
 
Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan (QS. Al Mursalaat, 77: 8)
 
Selain itu, bintang-bintang bermassa besar juga menyebabkan terbentuknya lekukan-lekukan yang dapat ditemukan di ruang angkasa. Namun, lubang hitam tidak hanya menimbulkan lekukan-lekukan di ruang angkasa tapi juga membuat lubang di dalamnya. Itulah mengapa bintang-bintang runtuh ini dikenal sebagai lubang hitam. Kenyataan ini mungkin dipaparkan di dalam ayat tentang bintang-bintang, dan ini adalah satu bahasan penting lain yang menunjukkan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah:
 
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)
PULSAR: BINTANG BERDENYUT
 
Demi langit dan Ath Thaariq, tahukah kamu apakah Ath Thaariq? (yaitu) bintang yang cahayanya menembus. (QS. At Thaariq, 86: 1-3)
pulsar
Pulsar adalah sisa-sisa bintang padam yang memancarkan gelombang radio teramat kuat yang menyerupai denyut, dan yang berputar pada sumbunya sendiri dengan sangat cepat. Telah dihitung bahwa terdapat lebih dari 500 pulsar di galaksi Bima Sakti, yang di dalamnya terdapat Bumi kita.
 
Kata "Thaariq," nama surat ke-86, berasal dari akar kata "tharq," yang makna dasarnya adalah memukul dengan cukup keras untuk menimbulkan suara, atau menumbuk. Dengan mempertimbangkan arti yang mungkin dari kata tersebut, yakni "berdenyut/berdetak," "memukul keras," perhatian kita mungkin diarahkan oleh ayat ini pada sebuah kenyataan ilmiah penting.
Sebelum menelaah keterangan ini, marilah kita lihat kata-kata selainnya yang digunakan dalam ayat ini untuk menggambarkan bintang-bintang ini. Istilah "ath-thaariqi" dalam ayat di atas berarti sebuah bintang yang menembus malam, yang menembus kegelapan, yang muncul di malam hari, yang menembus dan bergerak, yang berdenyut/berdetak, yang menumbuk, atau bintang terang. Selain itu, kata "wa" mengarahkan perhatian pada benda-benda yang digunakan sebagai sumpah – yakni, langit dan Ath Thaariq.
 
Melalui penelitian oleh Jocelyn Bell Burnell, di Universitas Cambridge pada tahun 1967, sinyal radio yang terpancar secara teratur ditemukan. Namun, hingga saat itu belumlah diketahui bahwa terdapat benda langit yang berkemungkinan menjadi sumber getaran atau denyut/detak teratur yang agak mirip pada jantung. Akan tetapi, pada tahun 1967, para pakar astronomi menyatakan bahwa, ketika materi menjadi semakin rapat di bagian inti karena perputarannya mengelilingi sumbunya sendiri, medan magnet bintang tersebut juga menjadi semakin kuat, sehingga memunculkan sebuah medan magnet pada kutub-kutubnya sebesar 1 triliun kali lebih kuat daripada yang dimiliki Bumi. Mereka lalu paham bahwa sebuah benda yang berputar sedemikian cepat dan dengan medan magnet yang sedemikian kuat memancarkan berkas-berkas sinar yang terdiri dari gelombang-gelombang radio yang sangat kuat berbentuk kerucut di setiap putarannya.
Tak lama kemudian, diketahui juga bahwa sumber sinyal-sinyal ini adalah perputaran cepat dari bintang-bintang neutron. Bintang-bintang neutron yang baru ditemukan ini dikenal sebagai "pulsar." Bintang-bintang ini, yang berubah menjadi pulsar melalui ledakan supernova, tergolong yang memiliki massa terbesar, dan termasuk benda-benda yang paling terang dan yang bergerak paling cepat di ruang angkasa. Sejumlah pulsar berputar 600 kali per detik.1
 
Kata "pulsar" berasal dari kata kerja to pulse . Menurut kamus American Heritage Dictionary, kata tersebut berarti bergetar, berdenyut. Kamus Encarta Dictionary mengartikannya sebagai berdenyut dengan irama teratur, bergerak atau berdebar dengan irama teratur yang kuat. Lagi menurut Encarta Dictionary, kata " pulsate ", yang berasal dari akar yang sama, berarti mengembang dan menyusut dengan denyut teratur yang kuat.
 
Menyusul penemuan itu, diketahui kemudian bahwa peristiwa alam yang digambarkan dalam Al Qur'an sebagai "thaariq," yang berdenyut, memiliki kemiripan yang sangat dengan bintang-bintang neutron yang dikenal sebagai pulsar.
 
Bintang-bintang neutron terbentuk ketika inti dari bintang-bintang maharaksasa runtuh. Materi yang sangat termampatkan dan sangat padat itu, dalam bentuk bulatan yang berputar sangat cepat, menangkap dan memampatkan hampir seluruh bobot bintang dan medan magnetnya. Medan magnet amat kuat yang ditimbulkan oleh bintang-bintang neutron yang berputar sangat cepat ini telah dibuktikan sebagai penyebab terpancarnya gelombang-gelombang radio sangat kuat yang teramati di Bumi.
 
Di ayat ke-3 surat Ath Thaariq istilah "an najmu ats tsaaqibu," yang berarti yang menembus, yang bergerak, atau yang membuat lubang, mengisyaratkan bahwa Thaariq adalah sebuah bintang terang yang membuat lubang di kegelapan dan bergerak. Makna istilah "adraaka" dalam ungkapan "Tahukah kamu apakah Ath Thaariq itu?" merujuk pada pemahaman. Pulsar, yang terbentuk melalui pemampatan bintang yang besarnya beberapa kali ukuran Matahari, termasuk benda-benda langit yang sulit untuk dipahami. Pertanyaan pada ayat tersebut menegaskan betapa sulit memahami bintang berdenyut ini. (Wallaahu a'lam)
 
Sebagaimana telah dibahas, bintang-bintang yang dijelaskan sebagai Thaariq dalam Al Qur'an memiliki kemiripan dekat dengan pulsar yang dipaparkan di abad ke-20, dan mungkin mengungkapkan kepada kita tentang satu lagi keajaiban ilmiah Al Qur'an.
BINTANG SIRIUS (SYI'RA)
sirius
Bintang Sirius [Syi’ra] muncul di Surat An Najm (yang berarti "bintang"). Bintang ganda yang membentuk bintang Sirius ini saling mendekat dengan sumbu kedua bintang itu yang berbentuk busur setiap 49,9 tahun sekali. Peristiwa alam tentang bintang ini diisyaratkan dalam ayat ke-9 dan ke-49 dari Surat An Najm.
Ketika pengertian-pengertian tertentu yang disebutkan dalam Al Qur'an dikaji berdasarkan penemuan-penemuan ilmiah abad ke-21, kita akan mendapati diri kita tercerahkan dengan lebih banyak keajaiban Al Qur'an. Salah satunya adalah bintang Sirius (Syi'ra), yang disebut dalam surat An Najm ayat ke-49:
 
… dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'ra (QS. An Najm, 53: 49)
 
Kenyataan bahwa kata Arab "syi'raa," yang merupakan padan kata bintang Sirius, muncul hanya di Surat An Najm (yang hanya berarti "bintang") ayat ke-49 secara khusus sangatlah menarik. Sebab, dengan mempertimbangkan ketidakteraturan dalam pergerakan bintang Sirius, yakni bintang paling terang di langit malam hari, sebagai titik awal, para ilmuwan menemukan bahwa ini adalah sebuah bintang ganda. Sirius sesungguhnya adalah sepasang dua bintang, yang dikenal sebagai Sirius A dan Sirius B. Yang lebih besar adalah Sirius A, yang juga lebih dekat ke Bumi dan bintang paling terang yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Tapi Sirus B tidak dapat dilihat tanpa teropong.
 
Bintang ganda Sirius beredar dengan lintasan berbentuk bulat telur mengelilingi satu sama lain. Masa edar Sirius A dan B mengelilingi titik pusat gravitasi mereka yang sama adalah 49,9 tahun. Angka ilmiah ini kini diterima secara bulat oleh jurusan astronomi di universitas Harvard, Ottawa dan Leicester.2 Keterangan ini dilaporkan dalam berbagai sumber sebagai berikut:
 
Sirius, bintang yang paling terang, sebenarnya adalah bintang kembar… Peredarannya berlangsung selama 49,9 tahun. 3
 
Sebagaimana diketahui, bintang Sirius-A dan Sirius-B beredar mengelilingi satu sama lain melintasi sebuah busur ganda setiap 49,9 tahun. 4
 
Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah garis edar ganda berbentuk busur dari dua bintang tersebut yang mengitari satu sama lain.
Namun, kenyataan ilmiah ini, yang ketelitiannya hanya dapat diketahui di akhir abad ke-20, secara menakjubkan telah diisyaratkan dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu. Ketika ayat ke-49 dan ke-9 dari surat An Najm dibaca secara bersama, keajaiban ini menjadi nyata:
 
dan bahwasanya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'ra (QS. An Najm, 53: 49)
maka jadilah dia dekat dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). (QS. An Najm, 53: 9)
 
Penjelasan dalam Surat An Najm ayat ke-9 tersebut mungkin pula menggambarkan bagaimana kedua bintang ini saling mendekat dalam peredaran mereka. (Wallaahu a'lam). Fakta ilmiah ini, yang tak seorang pun dapat memahami di masa pewahyuan Al Qur'an, sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah Yang Mahakuasa.

Goresan Kecil Tentang Kecepatan Cahaya & Relativitas Khusus

Teori relativitas khusus einstein ada untuk melengkapi kekurangan dalam mekanika newton (mekanika yang dipelajari di sma). Dalam teori relativitas khusus, Einstein memberikan dua postulat yang salah satunya mengatakan bahwa kecepatan cahaya di ruang hampa adalah konstan. Einstein sendiri tidak mengatakan secara tersurat bahwa tidak ada yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya diruang hampa saat mempublikasikan karyanya pada tahun 1905. Pernyataan ini lahir dari akibat-akibat teori relativitas khusus itu sendiri, dimana ada dua akibat dari teori relativitas khusus yang membuat orang mepertimbangkan bahwa cahaya adalah batas tertinggi dari kecepatan benda bermassa. Yang pertama adalah hubungan energi dengan kecepatan sedangkan yang kedua adalah prinsip kausalitas (hukum sebab akibat).

Alasan yang pertama berasal dari hubungan energi/massa dengan kecepatan. Teori relativitas khusus mengatakan bahwa semakin cepat benda bergerak, maka massa benda tersebut semakin bertambah (semakin cepat kita bergerak badan kita akan terasa ’berat’). Penambahan kecepatan benda tersebut memiliki batasan karena jika benda bergerak dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan cahaya, maka massa benda menjadi tak hingga. (really? YES!!) Karena massa setara dengan energi, maka mengatakan massa benda tak berhingga sama dengan mengatakan dibutuhkan energi tak berhingga besarnya untuk membuat benda bergerak dengan kecepatan cahaya. Efek pertambahan massa ini sulit kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari karena kecepatan yang biasa kita alami jauh lebih kecil dari kecepatan cahaya. Bagaimanapun eksperimen untuk membuktikan pernyataan ini pernah dilakukan, salah satunya adalah percobaan mempercepat elektron di linear accelerator (linac) milik Stanford University.

Linier Accelator dilihat dari atas
Grafik Hubungan Energi Kinetik dengan Kecepatan Elektron

Grafik diatas menunjukan perbedaan antara mekanika newton dan einstein. Menurut Newton (garis putih) semakin diberikan energi, benda dapat bergerak dengan kecepatan berapapun, sedangkan Einstein (garis hitam)memprediksi bahwa ada batas atas dari kecepatan benda, yaitu kecepatan cahaya. Eksperimen (titik-titik hitam) menunjukan kecocokan dengan prediksi Einstein.

Selain alasan pertama tentang massa-energi, alasan kedua adalah prinsip kausalitas (hukum sebab-akibat). Hukum sebab akibat sangat sering kita alami setiap hari. Jika gelas dibanting maka gelasnya pecah, jika penjahat ditembak pistol maka penjahat terluka, jika El Shaarawy mencetak gol maka milanisti bersuka cita, dan lain lain. Untuk menyederhanakan, ada baiknya jika kita membagi peristiwa-peristiwa yang menjadi sebab sebagai Peristiwa A dan peristiwa-peristiwa yang menjadi akibat sebagai Peristiwa B.

 Sebab Akibat 
Bukan keanehan jika akibat terjadi setelah sebab (Peristiwa B terjadi setelah Peristiwa A). Salah satu dampak dari teori relativitas khusus adalah jka kita bergerak lebih cepat dari cahaya, selang waktu dapat memiliki nilai negatif. Artinya adalah orang yang bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya dapat melihat sesuatu dengan urutan waktu yang ‘terbalik’ dibanding yang kita alami sehari-hari. Orang yang bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya memungkinkan untuk melihat Peristiwa A terjadi setelah Peristiwa B. jika kita dapat bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya, mungkin saja kita dapat melihat penjahat terluka sebelum ditembak polisi, gelas pecah sebelum dibanting, dll. Hal ini membuat kerancuan dalam melihat mana yang sebab dan mana yang akibat sehingga hukum sebab akibat menjadi tidak jelas. Padahal hukum sebab-akibat adalah hukum mendasar yang menjadi landasan dalam pengembangan pengetahuan. Oleh karena itulah ilmuwan berkesimpulan bahwa kecepatan cahaya menjadi batas atas kecepatan agar hukum sebab-akibat terpelihara.

Albert Einstein
PS : Tulisan ini sebagai ‘curhatan’ setelah mengikuti kuliah teori relativitas khusus selama satu semester :) , juga pemanas biar rajin nulis

13 Fenomena Langit Wajib Tonton di 2013


Tahun 2012 berakhir, beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa yang muncul di langit pada 2013.
Fenomena apa mungkin kita bisa saksikan di langit?
Saya memilih 13 “pemandangan langit” terbaik pada 2013 versi saya, meski tak semuanya terlihat di setiap wilayah (Anda mungkin harus melakukan perjalanan melihat semua gerhana).
Tahun 2013 juga menjanjikan kemungkinan dua komet bersinar terang: PANSTARRS dan ISON.
Seperti dikatakan astronom, komet terkenal berubah-ubah, kita hanya bisa menebak seberapa terang mereka dan berapa lama ekor mereka terlihat.
Kita hanya harus menunggu dan melihatnya.
Secara umum, tahun 2013 menjanjikan 12 bulan seru penikmat langit.
21 Januari: Bulan terlihat sangat dekat/konjungsi Jupiter
Bagi warga Amerika Utara, ini hal benar-benar menakjubkan.
Fenomena ini bisa mudah terlihat bahkan dari kota-kota terang.
Bulan terlihat bersinar tak utuh, hanya 78 persen bersinar, melewati kurang dari satu derajat ke selatan dari planet Jupiter, planet terbesar dalam tata surya kita.
Kedua benda bercahaya ini terlihat sangat dekat di langit malam sehingga bisa dilihat oleh semua.
Hal lebih menarik ini menjadi konjungsi Bulan-Jupiter terdekat hingga 2026!

2-23 Februari: Pemandangan malam terbaik Merkurius

Merkurius, planet terdalam yang “sukar dipahami”, akan bergerak cukup jauh dari silau matahari sehingga mudah terlihat di langit barat, segera setelah matahari terbenam.
Pada 8 Februari malam Merkurius terlihat dalam kurang dari 0,4 derajat dari planet jauh lebih redup, Mars.
Merkurius tiba di perpanjangan terbesarnya dari matahari pada Feb.16.
Planet ini sangat terang (-1.2 sampai -0.6 magnitudo) sebelum tanggal ini dan memudar dengan cepat hingga +1.2 besarnya setelah itu.

Foto: SPACE.com/Hunter Davis
(Astronom mengukur kecerahan objek langit menggunakan magnitudo, sebuah skala terbalik yang angka lebih rendah berhubungan dengan objek lebih terang. Magnitudo negatif menunjukkan tingkat terang luar biasa.)
10-24 Maret: Penampakan terbaik komet PANSTARRS!
Komet PANSTARRS, ditemukan pada Juni 2011 dengan menggunakan Teleskop Pan-STARRS 1 di Haleakala, Hawaii, diperkirakan berada pada bentuk terbaiknya  dalam periode dua pekan ini.
Selama waktu ini, komet tersebut juga berada paling dekat dengan matahari (45 juta kilometer) dan Bumi (164 juta kilometer).
Meski Komet PANSTARRS sangat redup dan jauh saat pertama kali ditemukan, komet ini semakin terang sejak saat itu.
Komet ini diharapkan dapat mencapai sedikitnya magnitudo pertama dan seharusnya terlihat rendah  di langit barat-barat laut tak lama setelah matahari terbenam.
Pada 12 Maret malam komet terletak empat derajat ke kanan dari bulan sabit sangat tipis.

Foto SPACE.com/Institute for Astronomy/University of Hawaii/Pan-STARRS
25 April: Gerhana Bulan sebagian
Ini akan menjadi gerhana bulan parsial sangat kecil, dengan tungkai teratas bulan menggores sedikit sinar di atas Bumi yang gelap, bayangan umbra.
Pada pertengahan gerhana, kurang dari dua persen diameter Bulan berada di dalam bayangan gelap.
Belahan Timur (Eropa, Afrika, Australia dan sebagian besar Asia) mendapatkan pemandangan terbaik.
Gerhana bulan ini tak akan terlihat dari Amerika Utara.
9 Mei: Gerhana Matahari melingkar seperti cincin
Selama gerhana matahari melingkar (juga dikenal sebagai gerhana “Cincin Api”), kerucut bayangan umbra bulan yang panjang terlalu pendek untuk mencapai Bumi.
Dalam ukuran sudut, lingkar Bulan muncul sekitar 4,5 persen lebih kecil dari lingkar matahari.
Jadi, efeknya seperti menempatkan satu koin uang receh di atas nikel: cincin sinar matahari tetap terlihat mengelilingi bulan.
Jalur bayangan dari cincin itu dapat dilihat terbentang ribuan mil, tetapi tidak akan lebih luas dari 172 km pada titik gerhana terbesar.
Sebagian besar jalur berada di atas Samudra Pasifik, tapi saat atau segera setelah matahari lokal terbit, jalur itu terbelah di sepanjang bagian utara Australia (sekitar 10 Mei pagi) dan ujung timur ekstrem Papua Nugini, bersama dengan beberapa Kepulauan Solomon di dekatnya.
Pada titik gerhana terbesar, fase cincin berlangsung selama enam menit, empat detik.
Warga Hawaii akan melihat gerhana parsial pada 15:48 waktu Hawaii, bulan menjadi kabur sekitar 32 persen dari lingkar matahari.

24-30 Mei: Planet saling berdansa

Merkurius, Venus dan Jupiter memberikan pertunjukan menarik rendah di barat-barat laut langit temaram segera setelah matahari terbenam.
Planet-planet tersebut terlihat acak satu sama lain, perubahan posisi planet-planet itu terlihat jelas dari satu malam ke malam berikutnya.
Dua planet paling terang, Venus dan Jupiter, terpisah hanya dengan jarak satu derajat pada 28 Mei, dengan Venus melewati barat laut (kanan atas) Jupiter dan bersinar lebih terang enam kali dibandingkan Jupiter.
23 Juni: Bulan purnama terbesar 2013
Pada 23 Juni, bulan bulat sempurna pada 7:32 EDT (1132 GMT), dan 32 menit sebelumnya bulan akan berada pada titik terdekat dengan Bumi pada 2013 pada jarak 356.991 km, membuatnya disebut supermoon.
Diperkirakan terjadi pasang-surut ekstrem di laut (sangat rendah hingga sangat tinggi) selama beberapa hari berikutnya.

Foto SPACE.com/Jeff Rose/Jeka Photography
12 Agustus: Hujan meteor Perseid
Hujan meteor Perseid tahunan dianggap salah satu fenomena tahunan terbaik berkat kemunculan 90 meteor per jamnya.
Hujan meteor tersebut favorit orang-orang berkemah pada musim panas dan sering menjadi tontonan penduduk kota yang mungkin menghabiskan waktu di bawah langit gelap dan berbintang.
Pada musim panas lalu, bulan berbentuk sabit lebar dan mengalami gangguan kecil selama hujan meteor.
Namun pada 2013, bulan menjadi beberapa hari sebelum kuartal pertama dan akan menghilang pada malam hari, membuat malam menjadi gelap.

18 Oktober: Gerhana Bulan Penumbra

Bulan muncul melalui bagian utara dari bayangan penumbra Bumi selama gerhana bulan.
Pada pertengahan gerhana, 76 persen diameter Bulan tenggelam dalam penumbra, mungkin cukup dalam untuk menyebabkan kegelapan samar, namun bagian bawah bulan menggelap dapat dilihat.
Wilayah dapat melihatnya meliputi sebagian besar Asia, Eropa dan Afrika.
Bagian tengah dan timur Amerika Utara bisa melihat fenomena Hunters’ Moon sedikit menggelap saat petang.

Foto SPACE.com/Remanzacco Observatory/Ernesto Guido, Giovanni Sostero & Nick
3 November: Gerhana Matahari campuran
Ini gerhana matahari agak tak biasa, terjadi dalam jarak 13.600 km di seluruh permukaan bumi, gerhana berubah cepat dari melingkar menjadi total, karena itu dikenal para astronom sebagai “gerhana campuran.”
Sebenarnya, sebagian besar di sepanjang jalurnya, gerhana tampak secara total, dengan lingkaran (atau cincin) sangat tipis dari sinar matahari terlihat di dekat jalur awal.
Jalur dari garis tengah gerhana ini dimulai dari Atlantik sekitar 875 km barat daya dari Bermuda.
Jadi, di sepanjang Atlantic Coast Amerika Utara, penonton tertarik (menggunakan alat bantu lihat yang tepat, seperti proyeksi lubang jarum atau kaca yang biasanya dipakai pengelas) hanya akan melihat lingkaran bulan gelap keluar dari bagian depan matahari saat matahari terbit.
Jalur gerhana akan melewati selatan Cape Verde Islands, kemudian kurva akan menuju tenggara sejajar dengan garis pantai Afrika.
Gerhana terbesar, dengan ketotalan 100 detik dari keseluruhan dan lebar jalur mencapai maksimal hanya 58 km, terjadi sekitar 402 km di lepas pantai Liberia.
Jalur bayangan kemudian akan menyapu Afrika tengah, melewati sebagian Gabon, Kongo, Republik Demokratik Kongo, Uganda dan Kenya, sebelum berakhir saat matahari terbenam di perbatasan Ethiopia-Somalia.
Pertengahan November hingga Desember: Komet ISON
Pada 21 September 2012, dua astronom amatir (Vitali Nevski dari Belarusia dan Artyom Novichonok dari Rusia) menggunakan teleskop dimiliki International Scientific Optical Network untuk menemukan sebuah komet baru diberi nama menggunakan akronim dari instrumen digunakan menemukannya: Komet ISON.
Kalkulasi orbit menunjukkan bahwa komet ISON akan begerak paling dekat menuju matahari, kurang dari 1,2 juta km di atas permukaan matahari, pada 28 November (Thanksgiving Day di Amerika Serikat).
Komet tersebut bisa cukup terang sehingga dapat terlihat pada siang hari saat waktu terdekatnya dengan matahari.
Komet kemudian akan bergerak menuju Bumi, menempuh jarak 64 juta km dari planet Bumi sebulan kemudian.
Karena komet ISON akan berada pada tempat terbaik untuk dilihat pada pagi dan malam hari dari belahan bumi utara selama beberapa pekan berikutnya, komet tersebut bisa menjadi salah satu komet paling banyak ditonton sepanjang masa.

Desember: Pesona Venus

Venus, planet paling terang dari semua planet, mempersembahkan pertunjukan selama satu bulan penuh, dan sangat spektakuler! Venus memberikan pemandangan paling hebat untuk 2013 dan 2014 baik langit malam atau pagi hari.
Venus menghiasi langit malam barat daya selama tiga jam setelah matahari terbenam pada awal bulan, dan 1,5 jam setelah matahari terbenam saat Malam Tahun Baru.
Bulan sabit indah muncul di atas kanan planet tersebut pada 5 Desember, dan malam berikutnya Venus mencapai puncak kecemerlangannya.
Venus tidak akan seterang “bintang malam” itu lagi hingga 2021.
13-14 Desember: Hujan meteor Geminid
Jika ada satu penampakan meteor dijamin akan memberikan pertunjukan yang sangat menghibur, itu hujan meteor Geminid.
Sebagian besar ahli meteor saat ini menempatkannya di puncak daftar meteor, karena memiliki kelebihan dalam kecemerlangan dan lebih dapat diandalkan bahkan melebihi Perseid pada Agustus.
Sayangnya, pada 2013, bulan akan ada beberapa hari sebelum fase sempurna dan akan menerangi langit malam, membuat meteor lain lebih redup tidak kelihatan.
Namun, sekitar pukul 4:30 (waktu lokal Anda), bulan akhirnya akan tenggelam, membuat langit gelap gulita sekitar satu jam.
Itu akan menjadi kesempatan Anda melihat penampakan dua meteor per menit, atau 120 per jam!
Jadi penikmat langit malam, tandai kalender Anda: 2013 menjanjikan fenomena langit luar biasa!

- Copyright © 2013 Otaku Astronomy - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -